Sabtu, 15 November 2014

Sejarah Sistem Pemerintahan Indonesia



Sistem Pemerintahan Periode 1949-1950
Lama periode              : 27 Desember 1949 – 15 Agustus 1950
Bentuk Negara            : Serikat (Federasi)
Bentuk Pemerintahan  : Republik
Sistem Pemerintahan   : Parlementer Semu (Quasi Parlementer)
Konstitusi                    : Konstitusi RIS
Presiden & Wapres     : Ir.Soekarno = presiden RIS (27 Desember 1949 – 15 Agustus 1950)
Sistem Pemerintahan Periode 1950-1959
Lama periode              : 15 Agustus 1950 – 5 Juli 1959
Bentuk Negara            : Kesatuan
Bentuk Pemerintahan : Republik
Sistem Pemerintahan   : Parlementer
Konstitusi                    : UUDS 1950
Presiden & Wapres     : Ir.Soekarno & Mohammad Hatta

Sistem Pemerintahan Periode 1959-1966 (Orde Lama)
Lama periode              : 5 Juli 1959 – 22 Februari 1966
Bentuk Negara            : Kesatuan
Bentuk Pemerintahan : Republik
Sistem Pemerintahan   : Presidensial
Konstitusi                    : UUD 1945
Presiden & Wapres     : Ir.Soekarno & Mohammad Hatta

Kamis, 21 November 2013

Kenampakan Alam dan Buatan

A. Kenampakan Alam di Indonesia




Kenampakan alam adalah segala sesuatu yang nampak di permukaan bagian bumi atau alam. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan perairan. Di bagian daratan terdapat berbagai macam bentangan alam. Misalnya dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, gunung, dan pantai. Sedangkan di perairan berupa sungai, danau, selat, teluk, laut, samudera
1. Gunung
Gunung adalah bentuk permukaan bumi yang menonjol tinggi. Sebuah gunung terdiri dari puncak, lereng dan kaki. Pegunungan adalah sekelompok gunung dengan ketinggian berbeda-beda. Gunung di Indonesia ada yang berapi dan tidak berapi. Gunung-gunung berapi ada yang masih aktif dan ada yang sudah mati.





2. Hutan
Di Indonesia terdapat beragam jenis hutan. Hutan-hutan di Indonesia selain dimanfaatkan hasilnya, juga digunakan sebagai cagar alam, hutan lindung, dan suaka margasatwa.


 

Selasa, 13 November 2012

Cara mudah Perkalian



Perkalian menjadi momok sebagian orang yang memang tidak menyenangi Matematika. Namun lagi bagi yang punya prinsip dimana ada kemauan disitu ada jalan. Maka posting saya kali ini walaupun agak basi, namun harapan saya tetap bermanfaat khususnya bagi saya sendiri.

Cara menghafal bahkan seringkali dianggap cara kuno, saat ini pembelajaran modern sudah tidak dipakai lagi sistem hafalan.

Namun demikian menurut saya untuk anak-anak, tetaplah penting untuk menghafalkannya karena sebenarnya akan sangat tertanam dengan baik dalam otak anak.
semoga bermanfaat.

Kamis, 24 November 2011

Gaya Guru Vs Murid

Gaya belajar menurut Dr. Rita Tunn adalah cara manusia mulai berkonsentrasi, menyerap, memproses, dan menampung informasi yang baru dan sulit. Intinya gaya belajar adalah bagaimana siswa menggunakan inderanya untuk menyerap, memproses dan menampung informasi. Gaya belajar bersifat individual, artinya meskipun terdapat informasi yang sama tetapi setiap siswa menggunakan gaya yang berbeda untuk menyerap informasi tersebut.

Kode Etik Guru

KODE ETIK GURU

1.      Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.

2.      Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.

3.      Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.

4.      Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengakar.

5.      Guru memelihara hubungan baik dengan orangtua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta rasa dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.

6.      Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya

7.      Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.

8.      Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdiannya.

9.      Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.